Airtanah bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor alam. Geologi dan geomorfologi sangat menentukan prospek tanah di suatu daerah. Struktur geologi mempengaruhi arah gerakan airtanah, jenis dan ketebalan akuifer. Stratigrafi dari beberapa lapisan batuan dapat berpengaruh pada jenis, kedalaman, dan ketebalan akuifer. Sementara itu, permeabilitas dan konsentrasi ion terlarut dipengaruhi oleh litologi akuifer. Morfologi relief permukaan bumi mempengaruhi terjadinya dan arah gerakan airtanah. Perubahan topografi permukaan mempengaruhi kedalaman muka airtanah dan arah gerakan airtanah. Morfogenesis mempengaruhi permeabilitas, porositas, dan laju infiltrasi.
Kajian regional terhadap aspek-aspek diatas memberikan gamparan potensi akuifer disuatu daerah. Dalam perkembangannya kajian regional belum cukup untuk menentukan potensi aktual sehingga diperlukan teknologi tambahan dalam memetakan daerah dan mendapatkan informasi yang lebih akurat.
ADMT Golden Rod ini berbasis MT (Magnetotelurik) salah-satunya metode yang memberikan gambaran detil vertikal resistivitas batuan dan akuifer karena berdomain frekuensi.
Perekaman resistivitas menggunakan alat ADMT dapat dilakukan dengan dua (2) metode yaitu : metode magnetik dan elektroda (sebagai pembanding) dengan spasi pengukuran horizontal yang ditentukan. Koneksi alat menggunakan mobil phone dengan koneksi via bluetooth dimana metode magnetik menggunakan wireless sensor sedangkan metode elektroda menggunakan media patok tembaga untuk menangkan medan listrik alami, sedangkan data dan pengolahan menggunakan software AIDU Prospecting.
Medan magnet tidak diukur dalam pengujian ini tetapi dimodifikasi menjadi konstanta (hak paten) khususnya untuk akuifer menggunakan tipe HT dan S sedangkan untuk mineral menggunakan tipe A dan GT.
0 komentar:
Posting Komentar