Airtanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah pada zona jenuh air, dengan tekanan hidrostatis sama atau lebih besar daripada tekanan udara. Sumber utama airtanah adalah air hujan yang meresap ke dalam tanah mengikuti suatu proses yang disebut sebagai daur hidrologi (Purnama, 2000).

Menurut Todd (1980), airtanah adalah air yang terdapat dalam tanah atau batuan, menempati ruang-ruang antar butir batuan serta berada dalam celah-celah batuan. Berdasarkan daur hidrologi, airtanah berasal dari air hujan yang bergerak ke bawah melalui zona aerasi yaitu zona yang berupa pori-pori tanah berisi air dan udara dalam jumlah yang berbeda-beda.


Air yang melalui zona aerasi ditahan oleh gaya-gaya kapiler pada pori-pori yang kecil atau oleh tarikan molekuler di sekitar partikel-partikel tanah. Apabila kapasitas retensi dari tanah pada zona ini telah dihabiskan, air akan bergerak ke bawah menuju poripori tanah atau batuan yang jenuh air yang disebut sebagai zona jenuh air (zone of saturation). Air yang terdapat pada zona jenuh air inilah yang disebut sebagai airtanah (Linsley, 1985). Perbedaan kondisi fisik secara alami akan mengakibatkan air dalam zonasi ini akan bergerak/mengalir baik secara gravitasi, perbedaan tekanan, kontrol struktur batuan dan parameter lainnya. Kondisi inilah yang disebut sebagai aliran airtanah. Daerah aliran airtanah ini selanjutnya disebut sebagai daerah aliran (flow zone).

Airtanah ditemukan pada formasi geologi permeabel (tembus air) yang disebut sebagai akuifer. Akuifer merupakan formasi pengikat air yang memungkinkan jumlah air yang cukup besar untuk bergerak melaluinya pada kondisi lapangan yang biasa.Pada akuifer, airtanah menempati pori-pori batuan, retakan ataupun patahan pada suatu batuan. Secara umum airtanah akan mengalir sangat perlahan melalui suatu celah yang sangat kecil dan atau melalui butiran antar batuan. formasi geologi merupakan faktor yang mempengaruhi proses terbentuknya airtanah. Formasi geologi adalah formasi batuan atau material lain yang berfungsi menyimpan airtanah dalam jumlah besar (Asdak, 1995).

Dalam proses pembentukan airtanah, formasi-formasi yang berisi dan memancarkan airtanah dikenal sebagai akuifer (Linsley, 1985). Airtanah tidak dapat ditemukan di setiap tempat.Ada tidaknya airtanah tergantung dari ada tidaknya lapisan batuan yang dapat mengandung airtanah yang disebut dengan akuifer.Menurut PP No. 43 tahun 2008 akuifer merupakan lapisan batuan jenuh airtanah yang dapat menyimpan dan meloloskan air dalam jumlah yang cukup.Artinya dapat mensuplai suatu sumur atau mata air pada suatu periode tertentu. Akuifer sering pula disebut waduk air atau formasi air.

Menurut Krussman dan Ridder (1970) bahwa akuifer dapat dikelompokkan menjadi barbagai macam, yaitu :

a. Akuifer bebas (unconfined aquifer) yaitu lapisan air yang hanya sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan kedap air. Permukaan tanah pada akuifer ini disebut dengan water table (preatik level), yaitu permukaan air yang mempunyai tekanan hidrostatik sama dengan atmosfer. Airtanah yang berasal dari akuifer bebas pada umumnya ditemukan pada kedalaman yang relatif dangkal atau kurang dari 40 m. Kasus khusus dari akuifer bebasa adalah akuifer menggantung (perched aquifer) yang terjadi akibat terpisahnya airtanah dari tubuh airtanah utama oleh suatu formasi batuan kedap air (Kodoatie, 1996)

b. Akuifer tertekan (confined aquifer) yaitu akuifer yang seluruh jumlahnya dibatasi oleh lapisan kedap air, baik yang atas maupun yang berada di bawah, serta mempunyai tekanan lebih besar daripada tekanan atmosfer.

c. Akuifer semi tertekan (semi confined aquifer) yaitu akuifer yang seluruhnya jenih air, dimana bagian atasnya dibatasi dengan lapisan semi lolos air pada bagian bawahnya merupakan lapisan kedap air.

d. Akuifer semi bebas (semi unconfined aquifer) yaitu akuifer yang bagian bawahnya merupakan lapisan kedap air, sedangkan material atasnya merupakan material berbutir halus sehingga pada lapisan penutupnya masih memungkinkan adanya gerakan air. Dengan demikian akifer ini merupakan peralihan antara akuifer bebas dengan akuifer semi tertekan.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top